Kamis, 17 Juli 2014

Adilkah Engkau Tuhan


Terlahir telanjang dalam bungkus dunia yang kelam
Mata kecil tak mampu artikan makna hidup yang panjang
Hakikat kemana ruh ini akan  berjalan dan kembali
Terombang ambing dalam samudera deras nya dunia

Aku hanyalah boneka orang tua
Mengenal banyak Tuhan dalam satu cinta
Menerakakan Mu dalam syurga Cinta tuhan ku
Salahkah Tuhan jika aku terlahir bukan Muslim

Adilkah Jika Neraka rumah ku kelak
Sedang berjuta amal kebajikan yang telah tersulam
Berbakti kepada orang tua, agama dan sesama
Tegakah Engkau lukai hati ku yang terlanjur menduakan mu

Adilkah Tuhan diri kecil ku mendengkap dalam penjara mu
Bukan kah engkau maha penyayang makhluk yang luas nya tak terbatas
Kemana sayap cinta Mu  itu wahai pemilik kerajaan syurga
Sudah hilangkah mata hati Mu sehingga Engkau palingkan wajah

Bukan kah agama samawi Turun dari tangan Mu
Lalu kenapa kau bungkus kami dalam api
Bukankah sebiji kebaikan engkau balas kebaikan
Kemana janji manis yang Kau tuangkan dalam Kitab ?

Menduakan-Mu penyebab amarah Mu meledak, sebab Engkau adalah Tunggal
Amal ibadah terhalang dinding kokoh perselingkuhan ku
Muara dari segala kebencian Mu kepada ku yang lemah
Pintu langit menolak karena Tuhan cemburu ulah nakal ku

Ku tahu jika kini Engkau campakkan ku dalam jurang penyiksaan
Tak ada ampun lagi bagi amarah cemburu Mu
Penyebab semua nya adalah menempatkan Mu di kalbu sebagai yang kedua
Sedang Engkau Maha Tunggal untuk selama nya, kurasa ini adil

Indralaya, 5 Maret 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diam Atau Bertindak, Waktu Akan Terus Berjalan!

  Tidak ada manfaat menangisi masa lalu yang pasti tidak akan kembali. Tenggelam jauh dalam bayang bayang masa lalu hanya akan membuat diri ...